Kamis, 17 Maret 2011

SULFAT

Dalam kimia anorganik, suatu sulfat (IUPAC bahasa Inggris: sulfate atau sulphate) merupakan sejenis garam dari asam sulfat

Ciri kimia

Ion sulfat merupakan sejenis anion poliatom dengan rumus empiris SO42- dengan massa molekul 96.06 satuan massa atom; ia terdiri dari atom pusat sulfur dikelilingi oleh empat atom oksigen dalam susunan tetrahidron. Ion sulfat bermuatan cas dua negatif dan merupakan basa konjugat ion hidrogen sulfat (bisulfat), HSO4-, yaitu bes konjugat asam sulfat, H2SO4. Terdapat sulfat organik seperti dimetil sulfat yang merupakan senyawa kovalen dengan rumus (CH3O)2SO2, dan merupakan ester asam sulfat.

Ciri-ciri

Kebanyakan sulfat sangat larut dalam air. Kecuali dalam kalsium sulfat, stronsium sulfat dan barium sulfat, yang tak larut. Barium sulfat sangat berguna dalam analisis gravimetri sulfat: penambahan barium klorida pada suatu larutan yang mengandung ion sulfat. Kelihatan endapan putih, yaitu barium sulfat menunjukkan adanya anion sulfat.
Ion sulfat bisa menjadi satu ligan menghubungkan mana-mana satu dengan oksigen (monodentat) atau dua oksigen sebagai kelat atau jembatan. Contoh ialah molekul logam netral kompleks PtSO4P(C6H5)32, di mana ion sulfat berperan sebagai ligan bidentat. Ikatan oksigen-logam dalam molekul sulfat kompleks mempunyai ciri kovalen.

Pengaruh terhadap alam sekitar

Sulfat berwujud sebagai zat mikroskopik (aerosol) hasil dari pembakaran bahan bakar fosil dan biomassa. Apa yang dihasilkan menambah keasaman atmosfer dan mengakibatkan hujan asam


Lemak

Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.
Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.
Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon leptin dan resistin yang berperan dalam sistem kekebalan, hormon sitokina yang berperan dalam komunikasi antar sel. Hormon sitokina yang dihasilkan oleh jaringan adiposa secara khusus disebut hormon adipokina, antara lain kemerin, interleukin-6, plasminogen activator inhibitor-1, retinol binding protein 4 (RBP4), tumor necrosis factor-alpha (TNFα), visfatin, dan hormon metabolik seperti adiponektin dan hormon adipokinetik (Akh).
Struktur kimia untuk trimiristin, sejenis trigliserida.

Sifat dan Ciri ciri

Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon(-CH2-CH2-CH2-)maka lemak mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di dalam air. Lemak dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organik seperti: eter, Chloroform, atau benzol.

Fungsi

Secara umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu:
  1. Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal.
  2. Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel.
  3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon dan kelenjar empedu.
  4. Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis
  5. Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.
Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel.

Membran

Sel eukariotik disekat-sekat menjadi organel ikatan-membran yang melaksanakan fungsi biologis yang berbeda-beda. Gliserofosfolipid adalah komponen struktural utama dari membran biologis, misalnya membran plasma selular dan membran organel intraselular; di dalam sel-sel hewani membran plasma secara fisik memisahkan komponen intraselular dari lingkungan ekstraselular. Gliserofosfolipid adalah molekul amfipatik (mengandung wilayah hidrofobik dan hidrofilik) yang mengandung inti gliserol yang terkait dengan dua "ekor" turunan asam lemak oleh ikatan-ikatan ester dan ke satu gugus "kepala" oleh suatu ikatan ester fosfat. Sementara gliserofosfolipid adalah komponen utama membran biologis, komponen lipid non-gliserida lainnya seperti sfingomielin dan sterol (terutama kolesterol di dalam membran sel hewani) juga ditemukan di dalam membran biologis.[2] Di dalam tumbuhan dan alga, galaktosildiasilgliserol,[3] dan sulfokinovosildiasilgliserol,[4] yang kekurangan gugus fosfat, adalah komponen penting dari membran kloroplas dan organel yang berhubungan dan merupakan lipid yang paling melimpah di dalam jaringan fotosintesis, termasuk tumbuhan tinggi, alga, dan bakteri tertentu.
Dwilapis telah ditemukan untuk memamerkan tingkat-tingkat tinggi dari keterbiasan ganda yang dapat digunakan untuk memeriksa derajat keterurutan (atau kekacauan) di dalam dwilapis menggunakan teknik seperti interferometri polarisasi ganda.
Organisasi-mandiri fosfolipid: liposom bulat, misel, dan dwilapis lipid.

Cadangan energi

Triasilgliserol, tersimpan di dalam jaringan adiposa, adalah bentuk utama dari cadangan energi di tubuh hewan. Adiposit, atau sel lemak, dirancang untuk sintesis dan pemecahan sinambung dari triasilgliserol, dengan pemecahan terutama dikendalikan oleh aktivasi enzim yang peka-hormon, lipase.[5] Oksidasi lengkap asam lemak memberikan materi yang tinggi kalori, kira-kira 9 kkal/g, dibandingkan dengan 4 kkal/g untuk pemecahan karbohidrat dan protein. Burung pehijrah yang harus terbang pada jarak jauh tanpa makan menggunakan cadangan energi triasilgliserol untuk membahanbakari perjalanan mereka.[6]

Pensinyalan

Di beberapa tahun terakhir, bukti telah mengemuka menunjukkan bahwa pensinyalan lipid adalah bagian penting dari pensinyalan sel.[7] Pensinyalan lipid dapat muncul melalui aktivasi reseptor protein G berpasangan atau reseptor nuklir, dan anggota-anggota beberapa kategori lipid yang berbeda telah dikenali sebagai molekul-molekul pensinyalan dan sistem kurir kedua.[8] Semua ini meliputi sfingosina-1-fosfat, sfingolipid yang diturunkan dari seramida yaitu molekul kurir potensial yang terlibat di dalam pengaturan pergerakan kalsium,[9] pertumbuhan sel, dan apoptosis;[10] diasilgliserol (DAG) dan fosfatidilinositol fosfat (PIPs), yang terlibat di dalam aktivasi protein kinase C yang dimediasi kalsium;[11] prostaglandin, yang merupakan satu jenis asam lemak yang diturunkan dari eikosanoid yang terlibat di dalam radang and kekebalan;[12] hormon steroid seperti estrogen, testosteron, dan kortisol, yang memodulasi fungsi reproduksi, metabolisme, dan tekanan darah; dan oksisterol seperti 25-hidroksi-kolesterol yakni agonis reseptor X hati.[13]

Fungsi lainnya

Vitamin-vitamin yang "larut di dalam lemak" (A, D, E, dan K1) – yang merupakan lipid berbasis isoprena – gizi esensial yang tersimpan di dalam jaringan lemak dan hati, dengan rentang fungsi yang berbeda-beda. Asil-karnitina terlibat di dalam pengangkutan dan metabolisme asam lemak di dalam dan di luar mitokondria, di mana mereka mengalami oksidasi beta.[14] Poliprenol dan turunan terfosforilasi juga memainkan peran pengangkutan yang penting, di dalam kasus ini pengangkutan oligosakarida melalui membran. Fungsi gula fosfat poliprenol dan gula difosfat poliprenol di dalam reaksi glikosilasi ekstra-sitoplasmik, di dalam biosintesis polisakarida ekstraselular (misalnya, polimerisasi peptidoglikan di dalam bakteri), dan di dalam protein eukariotik N-glikosilasi.[15][16] Kardiolipin adalah sub-kelas gliserofosfolipid yang mengandung empat rantai asil dan tiga gugus gliserol yang tersedia melimpah khususnya pada membran mitokondria bagian dalam.[17] Mereka diyakini mengaktivasi enzim-enzim yang terlibat dengan fosforilasi oksidatif.[18]

Metabolisme

Lemak yang menjadi makanan bagi manusia dan hewan lain adalah trigliserida, sterol, dan fosfolipid membran yang ada pada hewan dan tumbuhan. Proses metabolisme lipid menyintesis dan mengurangi cadangan lipid dan menghasilkan karakteristik lipid fungsional dan struktural pada jaringan individu.

Biosintesis

Karena irama laju asupan karbohidrat yang cukup tinggi bagi makhluk hidup, maka asupan tersebut harus segera diolah oleh tubuh, menjadi energi maupun disimpan sebagai glikogen. Asupan yang baik terjadi pada saat energi yang terkandung dalam karbohidrat setara dengan energi yang diperlukan oleh tubuh, dan sangat sulit untuk menggapai keseimbangan ini. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebih, maka kelebihan itu akan diubah menjadi lemak. Metabolisme yang terjadi dimulai dari:
Sementara itu:
  • lemak yang terkandung di dalam bahan makanan juga dicerna dengan asam empedu menjadi misel.
  • Misel akan diproses oleh enzim lipase yang disekresi pankreas menjadi asam lemak, gliserol, kemudian masuk melewati celah membran intestin.
  • Setelah melewati dinding usus, asam lemak dan gliserol ditangkap oleh kilomikron dan disimpan di dalam vesikel. Pada vesikel ini terjadi reaksi esterifikasi dan konversi menjadi lipoprotein. Kelebihan lemak darah, akan disimpan di dalam jaringan adiposa, sementara yang lain akan terkonversi menjadi trigliserida, HDL dan LDL. Lemak darah adalah sebuah istilah ambiguitas yang merujuk pada trigliserida sebagai lemak hasil proses pencernaan, sama seperti penggunaan istilah gula darah walaupun:
    • trigliserida terjadi karena proses ester di dalam vesikel kilomikron
    • lemak yang dihasilkan oleh proses pencernaan adalah berbagai macam asam lemak dan gliserol.
Kejadian ini melibatkan sintesis asam lemak dari asetil-KoA dan esterifikasi asam lemak pada saat pembuatan triasilgliserol, suatu proses yang disebut lipogenesis atau sintesis asam lemak.[19] Asam lemak dibuat oleh sintasa asam lemak yang mempolimerisasi dan kemudian mereduksi satuan-satuan asetil-KoA. Rantai asil pada asam lemak diperluas oleh suatu daur reaksi yang menambahkan gugus asetil, mereduksinya menjadi alkohol, mendehidrasinya menjadi gugus alkena dan kemudian mereduksinya kembali menjadi gugus alkana. Enzim-enzim biosintesis asam lemak dibagi ke dalam dua gugus, di dalam hewan dan fungi, semua reaksi sintasa asam lemak ini ditangani oleh protein tunggal multifungsi,[20] sedangkan di dalam tumbuhan, plastid dan bakteri memisahkan kinerja enzim tiap-tiap langkah di dalam lintasannya.[21][22] Asam lemak dapat diubah menjadi triasilgliserol yang terbungkus di dalam lipoprotein dan disekresi dari hati.
Sintesis asam lemak tak jenuh melibatkan reaksi desaturasa, di mana ikatan ganda diintroduksi ke dalam rantai asil lemak. Misalnya, pada manusia, desaturasi asam stearat oleh stearoil-KoA desaturasa-1 menghasilkan asam oleat. Asam lemak tak jenuh ganda-dua (asam linoleat) juga asam lemak tak jenuh ganda-tiga (asam linolenat) tidak dapat disintesis di dalam jaringan mamalia, dan oleh karena itu asam lemak esensial dan harus diperoleh dari makanan.[23]
Sintesis triasilgliserol terjadi di dalam retikulum endoplasma oleh lintasan metabolisme di mana gugus asil di dalam asil lemak-KoA dipindahkan ke gugus hidroksil dari gliserol-3-fosfat dan diasilgliserol.[24]
Terpena dan terpenoid, termasuk karotenoid, dibuat oleh perakitan dan modifikasi satuan-satuan isoprena yang disumbangkan dari prekursor reaktif isopentenil pirofosfat dan dimetilalil pirofosfat.[25] Prekursor ini dapat dibuat dengan cara yang berbeda-beda. Pada hewan dan archaea, lintasan mevalonat menghasilkan senyawa ini dari asetil-KoA,[26] sedangkan pada tumbuhan dan bakteri lintasan non-mevalonat menggunakan piruvat dan gliseraldehida 3-fosfat sebagai substratnya.[25][27] Satu reaksi penting yang menggunakan donor isoprena aktif ini adalah biosintesis steroid. Di sini, satuan-satuan isoprena digabungkan untuk membuat skualena dan kemudian dilipat dan dibentuk menjadi sehimpunan cincin untuk membuat lanosterol.[28] Lanosterol kemudian dapat diubah menjadi steroid, seperti kolesterol dan ergosterol.[28][29]

Degradasi

Oksidasi beta adalah proses metabolisme di mana asam lemak dipecah di dalam mitokondria dan/atau di dalam peroksisoma untuk menghasilkan asetil-KoA. Sebagian besar, asam lemak dioksidasi oleh suatu mekanisme yang sama, tetapi tidak serupa dengan, kebalikan proses sintesis asam lemak. Yaitu, pecahan berkarbon dua dihilangkan berturut-turut dari ujung karboksil dari asam itu setelah langkah-langkah dehidrogenasi, hidrasi, dan oksidasi untuk membentuk asam keto-beta, yang dipecah dengan tiolisis. Asetil-KoA kemudian diubah menjadi Adenosina trifosfat, CO2, dan H2O menggunakan daur asam sitrat dan rantai pengangkutan elektron. Energi yang diperoleh dari oksidasi sempurna asam lemak palmitat adalah 106 ATP.[30] Asam lemak rantai-ganjil dan tak jenuh memerlukan langkah enzimatik tambahan untuk degradasi.

Gizi dan kesehatan

Sebagian besar lipid yang ditemukan di dalam makanan adalah berbentuk triasilgliserol, kolesterol dan fosfolipid. Kadar rendah lemak makanan adalah penting untuk memfasilitasi penyerapan vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (A, D, E, dan K) dan karotenoid.[31] Manusia dan mamalia lainnya memerlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan asam lemak esensial tertentu, misalnya asam linoleat (asam lemak omega-6) dan asam alfa-linolenat (sejenis asam lemak omega-3) karena mereka tidak dapat disintesis dari prekursor sederhana di dalam makanan.[32] Kedua-dua asam lemak ini memiliki 18 karbon per molekulnya, lemak majemuk tak jenuh berbeda di dalam jumlah dan kedudukan ikatan gandanya. Sebagian besar minyak nabati adalah kaya akan asam linoleat (safflower, bunga matahari, dan jagung). Asam alfa-linolenat ditemukan di dalam daun hijau tumbuhan, dan di beberapa biji-bijian, kacang-kacangan, dan leguma (khususnya flax, brassica napus, walnut, dan kedelai).[33] Minyak ikan kaya akan asam lemak omega-3 berantai panjang asam eikosapentaenoat dan asam dokosaheksaenoat.[34] Banyak pengkajian telah menunjukkan manfaat kesehatan yang baik yang berhubungan dengan asupan asam lemak omega-3 pada perkembangan bayi, kanker, penyakit kardiovaskular (gangguan jantung), dan berbagai penyakit kejiwaan, seperti depresi, kelainan hiperaktif/kurang memperhatikan, dan demensia.[35][36] Sebaliknya, kini dinyatakan bahwa asupan lemak trans, yaitu yang ada pada minyak nabati yang dihidrogenasi sebagian, adalah faktor risiko bagi penyakit jantung.[37][38][39]
Beberapa pengkajian menunjukkan bahwa total asupan lemak yang dikonsumsi berhubungan dengan menaiknya risiko kegemukan[40][41] and diabetes.[42][43] Tetapi, pengkajian lain yang cukup banyak, termasuk Women's Health Initiative Dietary Modification Trial (Percobaan Modifikasi Makanan Inisiatif Kesehatan Perempuan), sebuah pengkajian selama delapan tahun terhadap 49.000 perempuan, Nurses' Health Study (Pengkajian Kesehatan Perawat dan Health Professionals Follow-up Study (Pengkajian Tindak-lanjut Profesional Kesehatan), mengungkapkan ketiadaan hubungan itu.[44][45][46] Kedua-dua pengkajian ini tidak menunjukkan adanya hubungan antara persentase kalori dari lemak dan risiko kanker, penyakit jantung, atau kelebihan bobot badan. Nutrition Source, sebuah situs web yang dipelihara oleh Departemen Gizi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard, mengikhtisarkan bukti-bukti terkini pada dampak lemak makanan: "Sebagian besar rincian penelitian yang dilakukan di Harvard ini menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan lemak di dalam makanan tidak berhubungan dengan bobot badan atau penyakit tertentu

CARA INSTAL KOMPUTER


CARA INSTAL KOMPUTER
kalau anda mempunyai komputer dan takut kalau sistem komputer anda dirusak virus atau takut software2 yang ada di program file anda hilang Atau anda tidak mempunyai driver untuk komputer, jangan khawatir karena anda bisa menyimpan images atau backup windows anda beserta semua program yang sudah anda instalkan. anda bisa menyimpannya di Hardist , flashdist, atau di cd. baik itu harddisknya menggunakan OS win ME, 98, 2000 XP , Vista, maupun Linux.Langkah pertama yang kamu lakukan adalah download dulu software Hiren’s Boot CD versi. 9.0 atau versi lainnya sekarang dah sampai versi.9.6 (cari di indowebster.com) :setelah berhasi di download file tersebut kamu burning (karena file yg di download adala file **.iso) ke dalam CD kosong, setelah berhasil maka lakukanlah langkah2 cloning harddisk sebagai berikut :
1. masuk ke
BIOS
2. Atur
BIOS komputer kamu agar boot awalnya ke CD ROM.
3. Selanjutnya masukkan CD Hiren’s boot CD
yg sdh di burning tadi ke dalam CD room.
4. Langkah berikutnya muncul pesan :
Boot From Hard Drive dan start From CD, kamu pilih aja pesan kedua.
5. Langkah berikutnya akan muncul menu dari sowfware Hirens boot CD, kamu langsung geserkan kursor saja ke menu Disk Clone Tools, Enter.
6. Terus masuk lagi sub menu lainnya, geser kursor ke
norton Ghost 8.3 (Enter).
7. Muncul lagi sub menu, kamu pilih saja
Ghost (Normal) enter.
8. tunggu beberapa saat, sampai aplikasi Norton Ghost Aktif.
9. Klik tombol
OK saja, maka program Norto Ghost Aktif,
10. pada menu pilih Lokal, pilih
harddist, terus To images
11. selanjutnya pilih partisi tempat penyimpanan images nya ( misalnya di partisi D )
12. terus bikin nama nya ( kasih nama nya
GHOST )
13. langkah selanjutkan klik saja tombol OK.
14. dan tunggulah beberapa saat sampai proses cloning selsai. ( 5 menit )
15.Setelah selesai restart komputer nya.
suatu saat kalau komputer anda bermasalah atau error, atau sistemnya dirusak virus, anda tidak perlu khawatir karena dalam waktu lebih kurang 5 menit komputer anda bisa dikembalikan ke keadaan awal. tanpa virus serta lengkap dengan software2 dan drivernya. cara nya mirip langkah,
1. masuk keBIOS
2. Atur BIOS komputer kamu agar boot awalnya ke CD rom.
3. Selanjutnya masukkan CD Hiren’s boot CD yg sdh di burning tadi ke dalam CD room.
4. Langkah berikutnya muncul pesan : Boot From Hard Drive dan start From CD, kamu pilih aja pesan kedua.
5. Langkah berikutnya akan muncul menu dari sowfware Hirens boot CD, kamu langsung geserkan kursor saja ke menu Disk Clone Tools, Enter.
6. Terus masuk lagi sub menu lainnya, geser kursor ke norton Ghost 8.3 (Enter).
7. Muncul lagi sub menu, kamu pilih saja Ghost (Normal) enter.
8. tunggu beberapa saat, sampai aplikasi Norton Ghost Aktif.
9. Klik tombol OK saja, maka program Norto Ghost Aktif,
10. pada menu pilih Lokal, pilih harddist, terus From images
11. selanjutnya cari backup atau images yang telah disimpan tadi. partisi tempat penyimpanan images nya ( misalnya di partisi D )
12. klik atau open images ( namanya Ghost ) yang disimpan Di dirve D atau di Cd atau di Flashdist.
13. langkah selanjutkan klik saja tombol OK.
14. dan tunggulah beberapa saat sampai proses cloning selsai. ( 5 menit )
15.Setelah selesai restart komputer nya.
selamat komputer anda telah selesai di instal lengkap dengan software2 nya.
selamt mencoba :)

Minggu, 13 Maret 2011


KATA PENANTAR


            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan karunia-Nya dapat menyelesaikan proposal yang berjudul “RESPON TANAMAN JAGUNG HIBRIDA(Zea mays) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK N-UREA” yang merupakan salah satu dari tugas-tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa progam studi agroekoteknologi fakultas pertanian universitas jambi.
            Pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terimakasih yang tulus kepada bapak dosen yang telah memberikan tugas tersebut sehinga penulis menjadi terbiasa dalam penyusunan proposal. Dan menjadikan penulis lebih memahami dalam menyusun tagas akhir kuliah nantinya, penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam prose penyusunan proposal ini.
Penulis berharap proposal ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan peulis mengahrapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dalam proses penyusunan proposal selanjutnya.


                                                                                                     Jambi,     Januari 2011




                                                                                                                 Penulis 







TUGAS METODE PENULISAN ILMIAH
PROPOSAL PENELITIAN

“RESPON TANAMAN JAGUNG HIBRIDA(Zea mays) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK N-UREA”
                                                                                     


 









OLEH :
FATKHONUDIN
D1A009162



PROGAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2011


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Para pemulia tanaman telah dapat menghasilkan berbagai bibit unggul tanaman yang dapat meningkatkan produksi pertanian secara nyata.  Melalui proses seleksi tanaman yang diikuti dengan penyilangan, telah dihasilkan tanaman yang memiliki potensi genetik untuk berdaya hasil tinggi.  Namun demikian seringkali tanaman tidak memberikan hasil sesuai dengan potensi genetiknya.  Pengurangan hasil dapat mencapai 20% bahkan dalam keadaan ekstrim dapat mencapai 100%.
Hasil pertanian yang sesuai dengan potensi genetiknya dapat dicapai apabila tanaman ditumbuhkan dengan input yang tinggi.  Agar mendapat hasil yang tinggi, tanaman seringkali harus mendapat perlindungan ketat terhadap gangguan organisme pengganggu, lingkungan yang tidak menguntungkan, serta aplikasi pupuk yang tinggi. 
Perkembangan terakhir dalam program pemuliaan tanaman terutama jagung adalah adanya perubahan orientasi para pemulia yang semula menggunakan kuantitas hasil jagung sebagai acuan seleksi, beralih pada sifat-sifat fisiologis tanaman yang berkorelasi dengan hasil biji sebagai kriteria dalam pembentukan varietas jagung baru.  Selanjutnya karakteristik fisiologis tersebut juga diseleksi berdasarkan korelasinya dengan kondisi lingkungan agronomis.
Dalam produksi jagung akhir-akhir ini ada kecenderungan penggunaan pupuk Nitrogen yang berlebihan sejalan dengan dihasilkannya varietas-varietas yang memang sangat responsif terhadap pemupukan nitrogen.  Hal ini perlu diwaspadai dan perlu dicarikan metode untuk menguranginya.  Kondisi lingkungan agronomis terutama ketersediaan nitrogen menjadi sangat relevan untuk menjadi salah satu kriteria seleksi dalam menghasilkan varietas jagung yang efisien N (Hikam dan Yuliadi, 1996).
Tanaman pada umumnya memberikan respon yang baik terhadap pemupukan N, walaupun hal ini tidak selalu benar.  Respons tanaman terhadap pemupukan N bergantung pada kondisi tanah, jenis tanaman, dan suplai unsur hara lainnya secara umum (Mengel, K dan E.A. Kirkby, 1982).  Apabila ditinjau dari kondisi tanah maka umumnya semakin rendah kadar N tanah, respons tanaman terhadap pemupukan N akan semakin tinggi.  Pada kejadian tidak munculnya respon terhadap pemupukan N, bisa saja karena residu N atau pelepasan N oleh aktivitas dekomposisi mikrobiologis terhadap bahan organik atau fiksasi nitrogen biologis dalam tanah dapat mencukupi kebutuhan N tanaman.
Masalah yang dihadapi petani dimanapun yaitu kemampuan tanah pertanian dalam menyuplai N menurun dengan sangat cepat segera setelah aktivitas pertanian dimulai dan N yang berasal dari dekomposisi bahan organik harus mendapat tambahan dari sumber lainnya (Peoples, M.B., D.F. Herridge dan J.K. Ladha, 1995).  Kenyataan bahwa kandungan bahan organik pada tanah-tanah di daerah tropis umumnya rendah maka rendahnya respon tanaman terhadap pemupukan N dengan alasan kebutuhan nitrogennya dapat dipenuhi dari dekomposisi bahan organik menjadi diragukan.  Kedudukan N yang berasal dari sumber lain seperti residu atau hasil fiksasi biologis menjadi berada pada posisi yang kuat bersama-sama dengan faktor pertumbuhan lainnya yang tidak menjadi pembatas.
Berdasrkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“ respon tanaman jagung hibrida (Zea Mays) terhadap pemberian pupuk N-urea”
1.2 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon tanaman jagung hibrida (Zea Mays) terhadap pemberian pupuk N-urea.
1.3 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini dibuat sebagai tugas akhir semester mata kuliah metode penulisan ilmiah, dan juga sebagai sumbangan pemikiran bagi para petani dalam usaha untuk meningkatkan tanaman jagung hibrida dikebun pertanian.
1.4 Hipotesis
1. pemberian N-urea akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung hibrida pada kebun percobaan.
2. dosis N-urea yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman jagung hibrida pada kebun percobaan.







BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
2.1  Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan dikebun percobaan fakultas pertanian universitas jambi desa mendalo darat, kabupaten muaro jambi, dengan ketingian tempat sekitar 10 m dpl suhu rata-rata 230 – 310C,  penelitian ini akan dilaksakan selama kurang lebih 3 bulan, mulai dari bulan ......... 2010 sampai dengan bulan ........2010.
2.2 Bahan Dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman jagung hibrida, pupuk N-urea, SP36, KCL, DECIS 2,5 EC.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, parang, gembor, handspray, timbangan analitik, meteran, tali raffia, ajir, garu (alat pembersih), jarring-jaring (pagar), tugal.
2.3 Rancangan Penelitian
Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan N-urea adalah sebagai berikut :
P0 = 0 ton.ha-1
P 1 = 1 ton.ha-1 (1,2 kg per petak )
P 2 = 2 ton.ha-1 (2,4 kg per petak )

            Ukuran petak adalah 2 × 3 meter dan jarak antar perlakuan 0,5 m dan jarak antar ulangan 1 m. Dengan demikian jumlah petak percobaan adalah 18 petak. Jarak tanam yang digunakan adalah 60 x 40 cm sehingga didapat  60 tanaman per petak. Jumlah sampel yang diamati adalah 4 tanaman per petak percobaan. Tata letak tanaman dalam petakan terdapat dalam lampiran   .

2.4 Prosedur Kerja
2.4.1 Persiapan Areal Tanam
Lahan tempat pelaksanaan penelitian dibersihka dari gulma dan kotoran, kemudian dicangkul dengan kedalaman kurang lebih 15-30 cm yang dilakukan 2 kali pengemburan. Kemudian lahan tersebut diratakan lalu dibuat petakan percobaan yang berukuran 3 X 4 m, tinggi 30 cm, sebanyak 18 petakan dengan jarak antar kelompok 100 cm dan jarak antar perlakuan 50 cm.
2.4.2 Pemberian N-urea
Pemberian N-urea dilakukan serempak pada saat tanam dan pada saat umur 30 hari, dengan cara pemberian pada larikan antar baris tanaman.
2.4.3 Penanaman
Benih jagung ditanam dengan cara ditugal dengan kedalaman 3 cm, tiap lubang tugalan ditanam 2 butir benih dengan jarak tanam 60 X 40 cm.
2.4.4 Pemupukan
Pemupukan dilakukan pada saat tanam dengan dosis masing masing untuk urea 150 kg per ha-1 SP 36 100 kg per ha-1, dan KCL 50 kg per ha-1. Khusus pupuk urea diberikan secara bertahap yaitu setengah dosis diberikan pada saat tanam dan sisanya diberikan pada saat umur tanaman 30 hari setelah tanam. Pemberian pupuk dengan cara ditugal pada bagian tengan larikan tanaman dengan jarak 30 cm dengan kedalaman 5 cm.
2.4.5 Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan me;iputi kegiatan penyiraman, penjarangan, penyiangan, pembumbunan dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman dilakukan sekali per hari tetapi bila hujan dan tanah cukup basah maka penyiraman tidak perlu dilakukan. Penjarangan dilakukan 2 minggu setelah tanam yaitu dengan meningalkan satu tanaman yang tumbuh dengan baik.
            Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 mingu setelah tanam dan pertumbuhan berikutnya (kedua) dilakukan pada waktu tanaman berumur 5 minggu setelah tanam. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dilakukan dengan mengunakan decis 2,5 EC.
2.4.6 Pemanenan
Pemanenan dilakukan setelah tanaman memenuhi criteria panen yaitu kelobot tongkol sudah berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan. Bila kelobot tongkol dikupas akan tampak biji jagung berwarna kuning, bijinya sudah cukup keras dan mengkilap.

2.5 Parameter
2.5.1 Tiggi Tanaman
Pengukuran tiggi tanaman dimulai dari permukaan tanah (ditandai dengan ajir) sampai titk tertinggi dengan mengunakan meteran. Pengukuran dilakukan semingu sekali mulai dari umur 2 mingu sampai 6 minggu.
2.5.2 Berat Kering Pupus Tanaman
Berat kering pupus tanaman diamati pada akhir penelitian yaitu pada akhir penelitian yaitu dengan cara mengambil tanaman sampel yaitu bagian batang dan daun kemudian diovenkan selama 2x24 jam dengan suhu 800 C sampai beratnya konstan. Kemudian untuk lebih memastikan berat konstan nya perlu dilakukan pengovenan lagi selama 2 jam.
2.5.3 Berat Tongkol Segar Pertanaman
Berat tongkol diukur setelah tongkol dipanen, dengan cara menimbang tongkol dan kelobotnya dengan mengunakan timbangan.
2.5.4 Panjang Tongkol
Panjang tongkol diukur mulai dari pangkal tongkol sampai ujung tongkol dengan mengunakan meteran.
2.5.5 Diameter Tongkol
Diametertongkol diukur pada bagian tengah tongkol dengan mengunakan jangka sorong.
2.5.6 Hasil Pipilan Kering Per Petak Ubinan
Pengukuran hasil pipilan kering dilakukan dengan cara menimbang biji yang telah dipisahkan dari tongkolnya yang telah dikeringkan, kemudian hasil pipilan dijemur hingga mencapai kadar air 14%.

2.6 Analisa Data
            Untuk melihat pengaruh N-urea terhadap pertumbuhan tanaman jagung hibrida (zea mays) maka semua data yang diperoleh dianalisis dengan sidik jari ragam dan untuk melihat perbedaan antar perlakuan digunakan uji Duncan pada taraf  = 5%.










Lampiran 1 : Denah Percobaan

       I                       II                         III                       IV                       V                  VI















A1
 


A3
 


A2
 




A0
 


A3
 




A2
 


 

                    b

A1
 

A2
 

A3
 

A1
 

A0
 

A3
 

A2
 

A1
 

A0
 

A2
 

A0
 

A2
 


  
        a













       U
Keterangan              :
I – VI                         : Ulangan
P0 P 1 P 2                     : Perlakuan
Ukuran petakan         : 3 x 4 m
a                                 : Jarak Antar Perlakuan
b                                 : Jarak Antar Ulangan

                                                                                                        S




DAFTAR PUTAKA

Marlina V, enni.2004.pengaruh pemberian dosis kompos azzola terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung.proposal skripsi progam studi agronomi jurusan budi daya pertanian fakultas pertanian universitas jambi:jambi