KATA PENANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan karunia-Nya dapat menyelesaikan proposal yang berjudul “RESPON TANAMAN JAGUNG HIBRIDA(Zea mays) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK N-UREA” yang merupakan salah satu dari tugas-tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa progam studi agroekoteknologi fakultas pertanian universitas jambi.
Pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terimakasih yang tulus kepada bapak dosen yang telah memberikan tugas tersebut sehinga penulis menjadi terbiasa dalam penyusunan proposal. Dan menjadikan penulis lebih memahami dalam menyusun tagas akhir kuliah nantinya, penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam prose penyusunan proposal ini.
Penulis berharap proposal ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan peulis mengahrapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dalam proses penyusunan proposal selanjutnya.
Jambi, Januari 2011
Penulis
TUGAS METODE PENULISAN ILMIAH
PROPOSAL PENELITIAN
“RESPON TANAMAN JAGUNG HIBRIDA(Zea mays) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK N-UREA”
![]() |
OLEH :
FATKHONUDIN
D1A009162
PROGAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Para pemulia tanaman telah dapat menghasilkan berbagai bibit unggul tanaman yang dapat meningkatkan produksi pertanian secara nyata. Melalui proses seleksi tanaman yang diikuti dengan penyilangan, telah dihasilkan tanaman yang memiliki potensi genetik untuk berdaya hasil tinggi. Namun demikian seringkali tanaman tidak memberikan hasil sesuai dengan potensi genetiknya. Pengurangan hasil dapat mencapai 20% bahkan dalam keadaan ekstrim dapat mencapai 100%.
Hasil pertanian yang sesuai dengan potensi genetiknya dapat dicapai apabila tanaman ditumbuhkan dengan input yang tinggi. Agar mendapat hasil yang tinggi, tanaman seringkali harus mendapat perlindungan ketat terhadap gangguan organisme pengganggu, lingkungan yang tidak menguntungkan, serta aplikasi pupuk yang tinggi.
Perkembangan terakhir dalam program pemuliaan tanaman terutama jagung adalah adanya perubahan orientasi para pemulia yang semula menggunakan kuantitas hasil jagung sebagai acuan seleksi, beralih pada sifat-sifat fisiologis tanaman yang berkorelasi dengan hasil biji sebagai kriteria dalam pembentukan varietas jagung baru. Selanjutnya karakteristik fisiologis tersebut juga diseleksi berdasarkan korelasinya dengan kondisi lingkungan agronomis.
Dalam produksi jagung akhir-akhir ini ada kecenderungan penggunaan pupuk Nitrogen yang berlebihan sejalan dengan dihasilkannya varietas-varietas yang memang sangat responsif terhadap pemupukan nitrogen. Hal ini perlu diwaspadai dan perlu dicarikan metode untuk menguranginya. Kondisi lingkungan agronomis terutama ketersediaan nitrogen menjadi sangat relevan untuk menjadi salah satu kriteria seleksi dalam menghasilkan varietas jagung yang efisien N (Hikam dan Yuliadi, 1996).
Tanaman pada umumnya memberikan respon yang baik terhadap pemupukan N, walaupun hal ini tidak selalu benar. Respons tanaman terhadap pemupukan N bergantung pada kondisi tanah, jenis tanaman, dan suplai unsur hara lainnya secara umum (Mengel, K dan E.A. Kirkby, 1982). Apabila ditinjau dari kondisi tanah maka umumnya semakin rendah kadar N tanah, respons tanaman terhadap pemupukan N akan semakin tinggi. Pada kejadian tidak munculnya respon terhadap pemupukan N, bisa saja karena residu N atau pelepasan N oleh aktivitas dekomposisi mikrobiologis terhadap bahan organik atau fiksasi nitrogen biologis dalam tanah dapat mencukupi kebutuhan N tanaman.
Masalah yang dihadapi petani dimanapun yaitu kemampuan tanah pertanian dalam menyuplai N menurun dengan sangat cepat segera setelah aktivitas pertanian dimulai dan N yang berasal dari dekomposisi bahan organik harus mendapat tambahan dari sumber lainnya (Peoples, M.B., D.F. Herridge dan J.K. Ladha, 1995). Kenyataan bahwa kandungan bahan organik pada tanah-tanah di daerah tropis umumnya rendah maka rendahnya respon tanaman terhadap pemupukan N dengan alasan kebutuhan nitrogennya dapat dipenuhi dari dekomposisi bahan organik menjadi diragukan. Kedudukan N yang berasal dari sumber lain seperti residu atau hasil fiksasi biologis menjadi berada pada posisi yang kuat bersama-sama dengan faktor pertumbuhan lainnya yang tidak menjadi pembatas.
Berdasrkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“ respon tanaman jagung hibrida (Zea Mays) terhadap pemberian pupuk N-urea”
1.2 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon tanaman jagung hibrida (Zea Mays) terhadap pemberian pupuk N-urea.
1.3 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini dibuat sebagai tugas akhir semester mata kuliah metode penulisan ilmiah, dan juga sebagai sumbangan pemikiran bagi para petani dalam usaha untuk meningkatkan tanaman jagung hibrida dikebun pertanian.
1.4 Hipotesis
1. pemberian N-urea akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung hibrida pada kebun percobaan.
2. dosis N-urea yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman jagung hibrida pada kebun percobaan.
BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan dikebun percobaan fakultas pertanian universitas jambi desa mendalo darat, kabupaten muaro jambi, dengan ketingian tempat sekitar 10 m dpl suhu rata-rata 230 – 310C, penelitian ini akan dilaksakan selama kurang lebih 3 bulan, mulai dari bulan ......... 2010 sampai dengan bulan ........2010.
2.2 Bahan Dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman jagung hibrida, pupuk N-urea, SP36, KCL, DECIS 2,5 EC.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, parang, gembor, handspray, timbangan analitik, meteran, tali raffia, ajir, garu (alat pembersih), jarring-jaring (pagar), tugal.
2.3 Rancangan Penelitian
Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan N-urea adalah sebagai berikut :
P0 = 0 ton.ha-1
P 1 = 1 ton.ha-1 (1,2 kg per petak )
P 2 = 2 ton.ha-1 (2,4 kg per petak )
Ukuran petak adalah 2 × 3 meter dan jarak antar perlakuan 0,5 m dan jarak antar ulangan 1 m. Dengan demikian jumlah petak percobaan adalah 18 petak. Jarak tanam yang digunakan adalah 60 x 40 cm sehingga didapat 60 tanaman per petak. Jumlah sampel yang diamati adalah 4 tanaman per petak percobaan. Tata letak tanaman dalam petakan terdapat dalam lampiran .
2.4 Prosedur Kerja
2.4.1 Persiapan Areal Tanam
Lahan tempat pelaksanaan penelitian dibersihka dari gulma dan kotoran, kemudian dicangkul dengan kedalaman kurang lebih 15-30 cm yang dilakukan 2 kali pengemburan. Kemudian lahan tersebut diratakan lalu dibuat petakan percobaan yang berukuran 3 X 4 m, tinggi 30 cm, sebanyak 18 petakan dengan jarak antar kelompok 100 cm dan jarak antar perlakuan 50 cm.
2.4.2 Pemberian N-urea
Pemberian N-urea dilakukan serempak pada saat tanam dan pada saat umur 30 hari, dengan cara pemberian pada larikan antar baris tanaman.
2.4.3 Penanaman
Benih jagung ditanam dengan cara ditugal dengan kedalaman 3 cm, tiap lubang tugalan ditanam 2 butir benih dengan jarak tanam 60 X 40 cm.
2.4.4 Pemupukan
Pemupukan dilakukan pada saat tanam dengan dosis masing masing untuk urea 150 kg per ha-1 SP 36 100 kg per ha-1, dan KCL 50 kg per ha-1. Khusus pupuk urea diberikan secara bertahap yaitu setengah dosis diberikan pada saat tanam dan sisanya diberikan pada saat umur tanaman 30 hari setelah tanam. Pemberian pupuk dengan cara ditugal pada bagian tengan larikan tanaman dengan jarak 30 cm dengan kedalaman 5 cm.
2.4.5 Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan me;iputi kegiatan penyiraman, penjarangan, penyiangan, pembumbunan dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman dilakukan sekali per hari tetapi bila hujan dan tanah cukup basah maka penyiraman tidak perlu dilakukan. Penjarangan dilakukan 2 minggu setelah tanam yaitu dengan meningalkan satu tanaman yang tumbuh dengan baik.
Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 mingu setelah tanam dan pertumbuhan berikutnya (kedua) dilakukan pada waktu tanaman berumur 5 minggu setelah tanam. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dilakukan dengan mengunakan decis 2,5 EC.
2.4.6 Pemanenan
Pemanenan dilakukan setelah tanaman memenuhi criteria panen yaitu kelobot tongkol sudah berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan. Bila kelobot tongkol dikupas akan tampak biji jagung berwarna kuning, bijinya sudah cukup keras dan mengkilap.
2.5 Parameter
2.5.1 Tiggi Tanaman
Pengukuran tiggi tanaman dimulai dari permukaan tanah (ditandai dengan ajir) sampai titk tertinggi dengan mengunakan meteran. Pengukuran dilakukan semingu sekali mulai dari umur 2 mingu sampai 6 minggu.
2.5.2 Berat Kering Pupus Tanaman
Berat kering pupus tanaman diamati pada akhir penelitian yaitu pada akhir penelitian yaitu dengan cara mengambil tanaman sampel yaitu bagian batang dan daun kemudian diovenkan selama 2x24 jam dengan suhu 800 C sampai beratnya konstan. Kemudian untuk lebih memastikan berat konstan nya perlu dilakukan pengovenan lagi selama 2 jam.
2.5.3 Berat Tongkol Segar Pertanaman
Berat tongkol diukur setelah tongkol dipanen, dengan cara menimbang tongkol dan kelobotnya dengan mengunakan timbangan.
2.5.4 Panjang Tongkol
Panjang tongkol diukur mulai dari pangkal tongkol sampai ujung tongkol dengan mengunakan meteran.
2.5.5 Diameter Tongkol
Diametertongkol diukur pada bagian tengah tongkol dengan mengunakan jangka sorong.
2.5.6 Hasil Pipilan Kering Per Petak Ubinan
Pengukuran hasil pipilan kering dilakukan dengan cara menimbang biji yang telah dipisahkan dari tongkolnya yang telah dikeringkan, kemudian hasil pipilan dijemur hingga mencapai kadar air 14%.
2.6 Analisa Data
Untuk melihat pengaruh N-urea terhadap pertumbuhan tanaman jagung hibrida (zea mays) maka semua data yang diperoleh dianalisis dengan sidik jari ragam dan untuk melihat perbedaan antar perlakuan digunakan uji Duncan pada taraf
= 5%.
Lampiran 1 : Denah Percobaan
I II III IV V VI
|
|
| ||||||||||||
|
| |||||||||||||
| ||||||||||||||
b
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
a
U
I – VI : Ulangan
P0 P 1 P 2 : Perlakuan
Ukuran petakan : 3 x 4 m
a : Jarak Antar Perlakuan
b : Jarak Antar Ulangan
S
DAFTAR PUTAKA
Marlina V, enni.2004.pengaruh pemberian dosis kompos azzola terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung.proposal skripsi progam studi agronomi jurusan budi daya pertanian fakultas pertanian universitas jambi:jambi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar